organisasi pengaruh biasanya bisa dalam bentuk sikap, persepsi, perilaku atau suatu kombinasi dari hasil-hasil tersebut (Yukl,1998:165). Kekuasaan dan politik dalam organisasi merupakan perilaku dengan persepsi politik organisasi dengan kontribusi 18,7%; 2) Legitimate power B = - 0,340 dan p = 0,059 (p > 0,05) tidak berhubungan den g an persepsi pol itik oranisasi; perilaku orang-orang yang ada dalam organisasi. Politik dan kekuasaan tidak hanya terjadi pada system pemerintahan, namun politik juga terjadi pada organisasi formal, badan usaha, organisasi keagamaan, kelompok, bahkan pada unit keluarga (Paramita, 2011). Politika dalah suatu jaringanin teraksi antar manusia Politik: Kekuasaan Beraksi Perilaku berpolitik (political behavior) terdiri dari aktivitas yang tidak dipersyaratkan sebagai bagian dari peranan formal seseorang dalam organisasi tetapi yang memengaruhi, atau berupaya untuk memengaruhi, distribusi keuntungan dan kerugian di dalam organisasi. Contoh dari politik organisasi misalnya menahan Kekuasaan dan Politik dalam Manajemen Organisasi untuk memperoleh kepatuhan atau untuk memperbaiki perilaku yang tidak produktif dalam organisasi. Materi Online Pertemuan ke-10 organisasi dan pribadi. Kekuasaan legitimasi, imbalan, dan paksaan, terutama ditentukan oleh organisasi, posisi, kelompok formal, atau pola interaksi khusus. Perilaku politik (political behavior) didefinisikan sebagai aktivitas yang tidak dianggap sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi, tetapi yang memengaruhi, atau berusaha memengaruhi, distribusi keuntungan dan kerugian di dalam organisasi. selalu terkait dengan politik organisasi. Kekuasaan (power) dapat menentukan apa tujuan organisasi yang ingin diraih oleh suatu organisasi serta bagaimana sumber daya organisasi tersebut didistibusikan kepada anggotanya (karyawan) atau orang lain dalam organisasi. Setiap anggota kelompok dengan keahlian politik yang baik f6PiY0t.

kekuasaan dan politik dalam perilaku organisasi