Dalamperakitan terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan yakni : Metode perakitan yang dapat ditukar tukar. Pada metode ini, bagian-bagian yang akan dirakit dapat ditukarkan satu sama lain ( interchangeable ), karena bagian tersebut dibuat oleh suatu pabrik secara massal dan sudah distandarkan baik menurut ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya.
AdvertisementAssembly process atau proses perakitan adalah sebuah proses produksi di mana input dasar digabungkan untuk membuat output atau diubah menjadi output. Produk yang dirakit melewati jalur perakitan secara berurutan dari operasi ke operasi hingga selesai. Dalam kebanyakan kasus, jalur perakitan manufaktur adalah sistem semi-otomatis
Pre-Test Ujian Semester Ganjil PKK XII RPL kuis untuk University siswa. Temukan kuis lain seharga Life Skills dan lainnya di Quizizz gratis!
Materiyang dibahas dalam buku ini meliputi : * Perencanaan Produksi Massal * Indikator keberhasilan tahapan produksi massal * Proses produksi massal * metode perakitan produk barang/jasa * Prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa * Evaluasi kesesuaian hasil produk dengan rancangan * Paparan deskriptif, naratif, argumentatif
By. Perakitan Produk. Produk Kreatif dan Kewirausahaan – Kelas XII. f Definisi. Perakitan adalah suatu proses penyusunan dan penyatuan. beberapa bagian komponen menjadi suatu alat atau mesin yang. mempunyai fungsi tertentu. Pekerjaan perakitan dimulai bila obyek. D.
Suatu cara atau metode untuk menambah kegunaan suatu barang dan jasa menggunakan faktor produksi yang ada agar lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan merupakan
Produk Kreatif Kewirausahaan kuis untuk 12th grade siswa. Temukan kuis lain seharga Other dan lainnya di Quizizz gratis!
4q8O. 1. 1. pengertian metode perakitan produk/jasaPerakitan adalah suatu proses penyusunan dan penyatuan beberapa bagian komponen menjadi suatu alat atau mesin yang mempunyai fungsi tertentu. Pekerjaan perakitan dimulai bila obyek sudah siap untuk dipasang dan berakhir bila obyek tersebut telah bergabung secara Pengelompokkan Alat dan BahanPengelompokkan alat berdasarkan penggunaannya, yaitu1. Peralatan yang digunakan secara Peralatan yang sekali pakai langsung Peralatan yang hanya beberapa kali pakai lalu Peralatan yang digunakan sewaktu-waktu peralatan pendukung dan pelengkap Peralatan yang harus diklasifikasi dalam perakitan produk agar berjalan dengan lancar serta baik dan tanpa ada hambatan harus disiapkan, ai antaranya 1. Peralatan utama, alat yang terkait langsung dengan perakitan Peralatan pendukung, alat yang tidak secara langsung terkait, namun tetap Peralatan pelengkap, alat yang diperlukan hanya untuk melengkapi, namun terkadang tidak Bahan Utama dan Bahan PendukungBahan utama/bakuBahan baku adalah bahan mentah yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan suatu produk, dimana bahan tersebut diolah kembali melalui proses tertentu untuk dibuat menjadi bentuk yang lain. Menurut Mulyadi, bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral dari produk Adisaputro dan Marwan Asri membagi jenis bahan baku, yaitu sebagai berikut 1. Bahan baku langsung Direct Material yaitu bahan baku dari barang jadi yang Bahan baku tidak langsung Indirect Material yaitu bahan baku yang memiliki peran dalam proses produksi tapi tidak langsung terlihat pada barang jadi yang kriteria dari bahan baku, meliputi 1. Fungsi jika bahan tidak tersedia maka produk tidak dapat dihasilkan atau tidak dapat Penggunaan memiliki porsi yang lebih dominan daripada bahan yang Bahan PendukungBahan pendukung merupakan barang yang dimanfaatkan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian dari bahan baku utama untuk produk yang bahan pendukung meliputi segi 1. Fungsi tanpa adanya bahan ini, produk masih bisa dihasilkan, meskipun hasil jadi tidak sesuai dengan harapan dan Penggunaan memiliki porsi yang kecil dari keseluruhan bahan yang Alat Bantua. Peralatan pendukung, alat yang tidak secara langsung terkait, namun tetap Peralatan pelengkap, alat yang diperlukan hanya untuk melengkapi, namun terkadang tidak Standar Alat dan Bahan Yang Digunakkanseorang wirausaha harus bisa menyusun daftar peralatan bahan produksi apa saja yang dibutuhkan secara tepat dan akurat agar ketika perakitan berjalan dengan lancer dan umum standar dalam perusahaan akan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni1.Standar Teknis Technical Standard.Merupakan standar yang secara teknis harus dipenuhi di dalam pelaksanaan produksi perusahaan yang bersangkutan. Apabila standar ini tidak diikuti atau tidak dipatuhi maka pelaksanaan proses produksi dapat terganggu atau bahkan terhenti sama sekali. Ada pun beberapa contoh dari standar teknis antara lain1. Standar bahan baku2. Standar waktu proses3. Standar penggunaan peralatan produksi4. Standar bentuk dan ukuran5. Standar manajerial Managerial Standard.Merupakan kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen perusahaan yang bersangkutan dalam rangka operasi perusahaan, termasuk operasi produksi. kebanyakan standar manajerial akan meliputi bidang-bidang administrasi. Sebagai contoh 1. Standar harga 2. Standar gaji dan upah 3. Standar penilaian 4. Standar jenjang kepangkatan dan jabatan
0% found this document useful 0 votes7 views4 pagesDescriptionpengertian perakitan produkOriginal TitleMETODE PERAKITAN PRODUK BARANG/JASACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes7 views4 pagesMetode Perakitan Produk Barang/jasaOriginal TitleMETODE PERAKITAN PRODUK BARANG/JASAJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
A. Pengertian Perakitan Perakitan adalah suatu proses penyusunan dan penyatuan beberapa bagian komponen menjadi suatu alat atau mesin yang mempunyai fungsi tertentu. Pekerjaan perakitan dimulai bila obyek sudah siap untuk dipasang dan berakhir bila obyek tersebut telah bergabung secara sempurna. Perakitan juga dapat diartikan penggabungan antara bagian yang satu terhadap bagian yang lain atau pasangannya. Perakitan merupakan proses khusus bila dibandingkan dengan proses manufaktur lainnya, misalnya proses permesinan frais, bubut, bor, dan gerinda dan pengelasan sebagian pelaksanaannya hanya meliputi satu proses saja. Perakitan Produk Dalam perakitan terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan. Metode-metode tersebut, diantaranya Metode Perakitan yang Dapat Ditukar-tukar Pada metode ini, bagian yang akan dirakit dapat ditukarkan satu sama lain interchangeable, karna bagian tersebut dibuat suatu pabrik secara massal dan sudah di standarkan, baikan menurut ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya. Perakitan dengan Pemilihan Pada metode ini, komponen-komponennya juga dihasilkan dengan produksi massal yang pengukurannya tersendiri menurut batasan-batasan ukuran. Perakitan secara Individual Pada metode ini, pengerjaannya tidak dapat dipisahkan antara pasangan satu dengan pasangannya. Karena dalam pengerjaannya harus berurutan bergantung bagian yang sebelumnya. C. Jenis-jenis Perakitan Ada beberapa macam jenis perakitan yang bergantung dari produknya, yaitu sebagai berikut Perakitan Manual, yaitu perakitan yang sebagian besar proses dikerjakan secara konvensional atau menggunakan tenaga manusia dengan peralatan yang sederhana tanpa alat-alat bantu yang spesifik atau otomatis, yaitu perakitan yang dikerjakan dengan system otomatis seperti otomasi, elektronik, mekanik, gabungan mekanik dan elektronik mekatronik, dan membutuhkan alat bantu yang lebih perakitan tunggal, yaitu perakitan dengan produk hanya dengan satu perakitan produk seri, adalah jika perakitan dilakukan dalam jumlah massal dalam bentuk dan ukuran yang sama. D. Pengelompokkan Alat dan Bahan Pengelompokkan alat berdasarkan penggunaannya, yaitu Peralatan yang digunakan secara yang sekali pakai langsung yang hanya beberapa kali pakai lalu yang digunakan sewaktu-waktu peralatan pendukung dan pelengkap Peralatan yang harus diklasifikasi dalam perakitan produk agar berjalan dengan lancar serta baik dan tanpa ada hambatan harus disiapkan, ai antaranya Peralatan utama, alat yang terkait langsung dengan perakitan pendukung, alat yang tidak secara langsung terkait, namun tetap pelengkap, alat yang diperlukan hanya untuk melengkapi, namun terkadang tidak diperlukan. E. Bahan Produksi Bahan produksi dikelompokkan, yaitu Bahan primer, bahan utama dalam pembuatan produk yang tidak bisa digantikan dengan bahan sekunder, bahan yang bisa diganti dengan bahan lainnya jika bahan yang diperlukan tidak tersier, bahan pelengkap yang diperlukan namun tidak begitu penting kalaupun tidak ada bahannya. Utama dan Bahan Pendukung Bahan baku Bahan baku adalah bahan mentah yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan suatu produk, dimana bahan tersebut diolah kembali melalui proses tertentu untuk dibuat menjadi bentuk yang lain. Menurut Mulyadi, bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral dari produk jadi. Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri membagi jenis bahan baku, yaitu sebagai berikut Bahan baku langsung Direct Material yaitu bahan baku dari barang jadi yang baku tidak langsung Indirect Material yaitu bahan baku yang memiliki peran dalam proses produksi tapi tidak langsung terlihat pada barang jadi yang dibuat. Adapun kriteria dari bahan baku, meliputi Fungsi jika bahan tidak tersedia maka produk tidak dapat dihasilkan atau tidak dapat memiliki porsi yang lebih dominan daripada bahan yang Penolong Bahan penolong merupakan barang yang dimanfaatkan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian dari bahan baku utama untuk produk yang dihasilkan. Kriteria bahan penolong meliputi segi Fungsi tanpa adanya bahan ini, produk masih bisa dihasilkan, meskipun hasil jadi tidak sesuai dengan harapan dan memiliki porsi yang kecil dari keseluruhan bahan yang dipakai. G. Alat Bantu Peralatan pendukung, alat yang tidak secara langsung terkait, namun tetap pelengkap, alat yang diperlukan hanya untuk melengkapi, namun terkadang tidak diperlukan. H. Standar Alat dan Bahan yang Digunakan seorang wirausaha harus bisa menyusun daftar peralatan bahan produksi apa saja yang dibutuhkan secara tepat dan akurat agar ketika perakitan berjalan dengan lancer dan baik. Menerapkan Metode Perakitan Produk Barang/Jasa KD Metoda Perakitan Produk Barang/Jasa
Kd 13 Rpp Perakitan Produk Barang Dan Jasa from Metode Perakitan Produk Barang dan Jasa Perakitan produk barang dan jasa merupakan proses yang penting untuk menciptakan produk yang berkualitas. Perakitan produk barang dan jasa juga merupakan proses pembuatan produk yang membutuhkan keterampilan teknis dan estetika. Proses perakitan produk barang dan jasa bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dan bisa berfungsi dengan baik. Perakitan produk barang dan jasa biasanya melibatkan sejumlah proses, mulai dari pemilihan bahan baku, pembuatan komponen, perakitan komponen, pengujian produk, dan pengiriman produk. Proses perakitan produk barang dan jasa juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dan dapat berfungsi dengan baik. Berikut adalah beberapa metode perakitan produk barang dan jasa 1. Assembling by Hand 1. Assembling by Hand2. Assembling with Automated Machines 3. Assembling with Robotics 4. Assembling with 3-D Printing 5. Assembling with Laser Cutting Metode perakitan manual adalah metode perakitan produk barang dan jasa yang menggunakan tangan dan alat manual untuk menyusun produk. Metode ini sering digunakan untuk produk yang memiliki banyak komponen atau komponen yang berukuran kecil. Metode perakitan manual juga dapat digunakan untuk produk yang membutuhkan kualitas tinggi, seperti perangkat elektronik. 2. Assembling with Automated Machines Metode perakitan dengan mesin otomatis adalah metode perakitan produk barang dan jasa yang menggunakan mesin yang dapat secara otomatis menyusun dan mengatur produk. Mesin ini dapat memiliki berbagai bentuk dan ukuran, dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan. Mesin ini juga dapat diatur untuk melakukan berbagai proses, seperti menyusun, mengukur, dan melakukan pengujian. 3. Assembling with Robotics Metode perakitan dengan robot adalah metode perakitan produk barang dan jasa yang menggunakan robot untuk menyusun dan mengatur produk. Robot ini memiliki fleksibilitas yang tinggi dan dapat diatur untuk melakukan berbagai tugas, seperti menyusun, mengukur, dan melakukan pengujian. Robot juga dapat digunakan untuk memproses bahan baku dan membuat produk berukuran kecil. 4. Assembling with 3-D Printing Metode perakitan dengan pencetakan 3-D adalah metode perakitan produk barang dan jasa yang menggunakan teknologi pencetakan 3-D untuk menciptakan produk. Teknologi ini memberikan fleksibilitas yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk membuat produk berukuran kecil atau kompleks dengan presisi tinggi. Metode ini juga memungkinkan produk untuk dicetak secara langsung dan diassembli dengan cepat. 5. Assembling with Laser Cutting Metode perakitan dengan pemotongan laser adalah metode perakitan produk barang dan jasa yang menggunakan teknologi pemotongan laser untuk membuat produk. Teknologi ini memungkinkan produk dapat dibuat dengan presisi tinggi dan dengan cepat. Metode ini juga memungkinkan produk untuk dibentuk dengan mudah dan diassembli dengan cepat. Kesimpulan Dari semua metode perakitan produk barang dan jasa, dapat disimpulkan bahwa setiap metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap metode memiliki manfaat dan tantangan tersendiri untuk membuat produk yang berkualitas. Oleh karena itu, penting untuk memilih metode yang tepat untuk memproduksi produk yang berkualitas. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti bahan baku, komponen, dan produk yang akan disusun, perusahaan dapat memilih metode yang tepat untuk memproduksi produk yang berkualitas.
Uploaded byFredy Setyawan 86% found this document useful 7 votes3K views8 pagesDescriptionPPT PKK Kelas XII K13, KD Metode Perakitan ProdukCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPPSX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document86% found this document useful 7 votes3K views8 pagesKD Metode Perakitan ProdukUploaded byFredy Setyawan DescriptionPPT PKK Kelas XII K13, KD Metode Perakitan ProdukFull description
metode perakitan produk barang jasa