Penggolongan tokoh wayang kulit memang perlu dilakukan agar kita lebih mudah mengerti dan memahami perannya masing-masing. Berikut ini kami telah merangkum nama-nama wayang kulit sesuai dengan golongannya. Ada yang berasal dari dewa / dewi, tokoh wayang kulit yang termasuk dalam ksatriya, raja atau ratu, golongan abdi atau kita menyebut sebagai punakawan serta tokoh wayang perempuan lengkap
NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati, dari negara Mandaraka. Ia lahir kembar bersama adiknya, Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa), Nakula juga menpunyai tiga
Arti nama. Abimanyu terdiri dari dua kata Sanskerta, yaitu abhi (artinya 'berani') dan manyu (artinya 'tabiat'; diucapkan seperti kata 'maniyu'). Dalam bahasa Sanskerta, kata Abhimanyu (diucapkan seperti 'Abimaniyu') berarti "ia yang memiliki sifat tak kenal takut" atau "yang bersifat kepahlawanan". Partasuta (पार्थसुत; Pārthasuta) atau Partatmaja
Install Wikiwand for Chrome Daftar tokoh wayang menampilkan nama tokoh-tokoh yang muncul dalam wiracarita Ramayana dan Mahabharata yang sering dipentaskan dalam pertunjukan wayang. Tokoh wayang memiliki kepribadian yang berbeda- beda. Sebagai gambaran kehidupan manusia di alam nyata.
ANTASENA adalah Putra Bima/Werkudara, salah satu dari lima satria Pandawa, dengan Dewi Urangayu, putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada.Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu, yaitu : Antareja, putra Dewi Nagagini, dan Gatotkaca, putra Dewi Arimbi. Anantasena, atau sering disingkat Antasena adalah nama salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam naskah
Sinden juga disebut sebagai waranggana, yang berasal dari kata "wara" artinya seorang perempuan dan "anggana" artinya sendiri. Sinden yang baik harus mempunyai kemampuan suara yang baik, bukan hanya itu pesinden pun harus menyanyikan tembang. Dalam sebuah pertunjukan wayang terdapat mitos bahwa jumlah pesinden harus selalu ganjl, karena
Pengertian. Istilah Korawa (ejaan IAST: Kaurava) yang digunakan dalam kitab Mahabharata memiliki dua pengertian: . Arti luas: Korawa merujuk kepada seluruh keturunan Kuru (कुरु). Kuru adalah nama seorang maharaja yang merupakan keturunan Bharata, dan menurunkan tokoh-tokoh besar dalam wiracarita Mahabharata.Dalam pengertian ini, Pandawa juga termasuk Korawa, dan kadang kala disebut
yRcCWr.
nama tokoh wayang dan artinya